Bupati Belitung Menandatangani Addendum Perjanjian Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

by Randa/Dedi/IKP29 Juni 2020
Image

Tanjungpandan - Dalam rangka menjamin akses Jaminan Kesehatan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Belitung, Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos. didampingi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si. serta Sekretaris Daerah Pemerintah  Kabupaten Belitung H. MZ Hendra Caya, SE., M.Si. melakukan penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Cabang Pangkal Pinang tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional bagi penduduk kabupaten belitung dalam rangka universal health coverage (UHC), Senin (29/06/2020), di Ruang Rapat Bupati Belitung.
 
UHC merupakan sistem penjaminan yang memastikan setidaknya 90 persen dari jumlah penduduk terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, secara keseluruhan saat ini sebanyak 95,36 persen penduduk Kabupaten Belitung sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
 
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan karena ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Pusat, Presiden Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020, tentang perubahan kedua atas peraturan presiden nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan.
 
"Ya MoU seperti ini setiap tahun dilaksanakan, karena setiap tahun ada perubahan, dalam rangka menuju universal health coverage (UHC), Alhamdulillah Belitung sudah lebih dari dari 90 persen, sekarang sudah 95,36 persen, " Ungkap Bupati.
 
Selain itu Bupati juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung tetap memberikan subsidi kepada peserta BPJS Kesehatan untuk kelas III dan peserta penerima bantuan iuran (PBI).
"Itu kita bayarkan sesuai dengan beban peserta kelas III itu semua nya," ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Pangkal Pinang yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Diki Permana menjelaskan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tersebut bahwa mulai tanggal 1 Juli bahwa ada perubahan di tarif BPJS Kesehatan, untuk kelas 3 tetap , namun untuk kelas 1 dan 2 ada kenaikan tarif terutama untuk peserta BPJS Kesehatan mandiri.
"per 1 Juli perubahan untuk kelas 3 itu tetap Rp 25.500, tapi kelas 1 dan 2 itu berubah, kelas 1 150.000, kelas 2 100.000," ungkapnya.